Rabu, 20 Desember 2017

Tugas Akhir Produksi Benih UMM "Kadar Air Media Imbibisi"

PENGARUH KADAR AIR MEDIA TERHADAP IMBIBISI AIR
EFFECT OF MEDIA AIR CONDITIONS ON WATER IMBIBITIZATION
Ekky Alfi Pratama 201410200311085
Jl. Raya Tlogomas No. 246, Malang, Jawa Timur  Telp./Fax. (0341) 464318  e-mail :ekkyap7@gmail.com
ABSTRAK
Benih merupakan awal dari kehidupan suatu tanaman, oleh karena itu dengan memiliki benih yang berkualitas baik maka tanaman yang dihasilkan juga akan baik. Benih sebelum menjadi tanaman dewasa harus melalui proses perkecambahan. Peristiwa imbibisi juga bisa dikatakan sebagai suatu proses penyusupan atau peresapan air ke dalam ruangan antar dinding sel, sehingga dinding selnya akan mengembang. Ada dua kondisi yang diperlukan untuk terjadinya imbibisi adalah adanya gradient, potensial air antara permukaan adsorban dengan senyawa yang diimbibisi dan adanya affinier (daya gabung) antara komponen adsorban dengan senyawa yang diimbibisi. Luas permukaan biji yang kontak dengan air, berhubungan dengan kedalaman penanaman biji, berbanding lurus dengan kecepatan penyerapan air. Pelaksanaan praktikum ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh kadar air pada media terhadap imbibisi pada benih. Pelaksanaan praktikum dilakukan pada Senin, 13 November 2017 yang bertempatkan di Laboratorium Agronomi. Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum adalah PEG benih kacang tanah, vaseline, dan benih jagung. Sedangkan alat yang digunakan adalah Breaker glass, cawan petri, dark germinator, dan alat tulisa kantor . Praktikun pengaruh kadar air media terhadap imbibisi air diawali dengan menyiapakan larutan PEG dengan potensial osmotik 0 dan -20 dengan cara melarutkan masing-masing sebanyak 0g dan 32,5g per 100ml air  destilasi, kemudian menyiapkan benih kacang tanah yang telah diolesi dengan vaselin, benih kacang tanah biasa dan benih jagung. Langkah selanjutnya adalah memasukan benih pada petri yang telah diberi larutan PEG, dengan ketentuan petri A 100ml PEG -20 berisikan masing-masing petri 20 benih yang berbeda, dan petri B 100ml PEG 0 masinng-masing juga berisikan 20 benih yang berbeda.  Langkah berikutnya adalah menutup petri dan memasukannya dalam dark germinator pada suhu 250C, selama tuju hari dan pada hari kedelapan amati perkecambahan benih pada masing-masing kelompok benih.Pelaksanaan praktikum ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh kadar air pada media terhadap imbibisi pada benih. Hasil menunjukan pemberian vaselin dan PEG menyebabkan benih kecang tanah tidak dapat berkecambah, sedangkan pada benih jagung dapat berkecambah. Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil praktikum Kadar Air Media terhadap Imbibisi adalah, pemberian PEG dapat menghambat masuknya air ke benih, sehingga benih yang mampu berkecambah dengan pemberian PEG merupakan benih yang mempunyai viabilitas yang tinggi, sehingga mampu berkecambah dalam kondisi yang ekstrim (kekurangan air)
Kata kunci: Benih, Imbibisi, Kadar air.
ABSTRACT
Seeds are the beginning of the life of a plant, therefore by having a good quality seed, the resulting plant will also be good. Seeds before becoming an adult plant must go through the germination process. Events imbibisi can also be said as a process of infiltration or infiltration of water into the room between cell walls, so that the cell wall will expand. There are two conditions necessary for the occurrence of imbibition is the presence of gradient, the potential water between the surface of the adsorban with the compound is diimbibisi and the affinier (join power) between the components of the adsorban with the compound that is diimbibisi. The surface area of ​​the seeds in contact with water, related to the depth of seed planting, is directly proportional to the speed of water absorption. Implementation of this practicum aims to study and determine the effect of water content on the media on the seeds imbibisi. The practice was conducted on Monday, November 13, 2017 which was placed in Agronomy Laboratory. The materials used in the practicum implementation are PEG peanut seeds, vaseline, and corn seeds. While the tool used is Breaker glass, Petri dish, dark germinator, and office stationery. The effect of the water content of the media on water imbibition begins with preparing PEG solutions with osmotic potentials 0 and -20 by dissolving each of 0g and 32.5g per 100ml distilled water, then preparing peanut seeds which have been smeared with vaselin, peanut seed ordinary soil and corn seeds. The next step is to put the seeds in a petri who has been given PEG solution, with the Petri A 100ml PEG -20 containing each petri 20 different seeds, and petri B 100ml PEG 0 masinng-each also containing 20 different seeds. The next step is to close the petri and put it in a dark germinator at a temperature of 250C, during the day and on the eighth day observe the germination of seeds in each seed group. This practicum implementation aims to study and know the effect of moisture content on the media on the seeds imbibition. The results showed that vaseline and PEG gave the seeds of soil can not germinate, whereas in the seeds of maize can germinate. The conclusions can be obtained from the results of Practicum Water Content Media on Imbibisi is, the provision of PEG can inhibit the entry of water into the seed, so that seeds that can germinate with the provision of PEG is a seed that has a high viability, so as to germinate in extreme conditions (lack of water )

Keywords: Seed, Imbibition, Water

Tidak ada komentar:

Posting Komentar